Logo Coca-Cola Ternyata Anti Islam !

Posted by Bramastana Dewangga On Rabu, 20 Juni 2012 1 komentar



Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi.




Satu kontroversi lagi terdapat pada logo produk Coca Cola. Bacalah logo tersebut dalam 
cermin atau terbalik, dalam tulisan Arab, apa yang anda dapat? Sumber dari sebuah kampanye 

di Mesir menuduh minuman ringan terbesar tersebut atas menyinggung Islam karena logo 
yang terkenal tersebut terlihat mengatakan: “No to Mohamed. No to Mecca” 
(Tidak untuk Muhammad. Tidak untuk Mekkah).



Pejabat lokal Coca-Cola mengatakan bahwa kampanye tersebut bermula dari internet pada 
Januari. Pada bulan lalu, banyak selebaran didistribusikan di masjid-masjid dan
 sekolah-sekolah, mengajak para pelanggan untuk memboikot minuman ringan tersebut 
atas dasar bahwa minuman tersebut menghancurkan agama mereka.
Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh 
dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung
 tersebut.



Maulana mengatakan bahwa ia akan meminta semua praktisi Muslim untuk menyebarkan 
pesan tentangn logo “yang sangat menyinggung tersebut”.



Menguatkan pendirian Maulana, S.R. Azmi Nadvi, sarjana Bahasa Arab dan kepala 
sekolah dari Nadwa College yang terkenal di Lucknow, mengatakan bahwa kata-kata tersebut “berlawanan 
dengan agama kita”. “Saya telah melihatnya (logo tersebut) dan saya yakin bahwa logo 
tersebut mencemarkan yang dianggap suci,” ia menambahkan.
Ia mengatakan masalah tersebut sekarang akan dibawa kepada Dewan Hukum Personal
 Muslim dan Liga Dunia Arab Islam di Mekkah.



Selama lebih dari beberapa hari, logo Coca-Cola tersebut telah menjadi buah bibir seluruh kota.
 Botol-botol diperiksa dengan seksama seperti belum pernah melihat botol tersebut sebelumnya. 
Tetapi sekarang Coca-Cola, yang mengatakan bahwa “minuman tersebut dinikmati oleh lebih 
dari satu milyar Muslim”, melawan balik. Digelisahkan oleh kemungkinan perlawanan balik dari 
yang dirasa menghina, minuman tersebut berunding dengan satu dari tokoh-tokoh keagamaan 
yang paling senior Mesir, Sheikh Nasser Farid Wassel, yang menempatkan logo berumur 
114 tahun tersebut sebelum sebuah panel para ahli keagamaan.



“Merek dagang tersebut tidak dirubah sejak logo tersebut didesain sampai sekarang,
” datanglah balasannya. “Logo tersebut ditulis dalam bahasa asing dan tidak dalam bahasa 
Arab, dan hal ini membuktikan bahwa merek dagang tersebut tidak melukai Islam atau umat 
Muslim secara langsung ataupun tidak langsung.”

Sheikh Nasser mendesak mereka yang berada di balik rumor tersebut untuk “takut Tuhan” 
karena “tulisan tersebut mendesak Muslim untuk menyebarkan rumor-rumor tidak adil… 
tanpa mempunyai sebuah bukti legal bahwa mereka benar.” Ia menambahkan bahwa semua
 tanggung jawab untuk kampanye tersebut membahayakan pekerjaan dari ribuan warga 
Mesir yan bekerja pada perusahaan Coca-Cola lokal.
Coca-Cola telah melengkapi staf penjualannya dengan salinan dari putusan sheikh untuk 
menunjukkan perhatiannya kepada para pelanggan.



Tetapi manajer urusan luar perusahaan tersebut, Mahmoud Hamdy, mengatakan bahwa 
sejauh ini penjualan tidak terpengaruh. Ahmed Abdul Aziz, seorang pekerja konstruksi yang 
minum Coca-Cola dua atau tiga botol per hari, memegang botol minuman tersebut di depan 
cermin sebuah sepeda motor yang diparkir. “benar bahwa anda dapat melihatnya,” ia 
mengatakan. “Tetapi saya tidak akan menyerahkannya sekarang. Saya telah meminumnya 
bertahun-tahun tanpa masalah.” Dua tahun yang lalu, sebuah kampanye yang sama ditujukan 
terhadap Fanta, menuduhnya mengatakan “No to Allah” (Tidak pada Allah). Protes tersebut 
berakhir setelah beberapa minggu.



Rumor Coca-Cola bertepatan dengan sebuah kampanye yang jauh lebih serius terhadap 
sebuah novel oleh penulis Syria, Haidar Haidar, menyebut Feast dor Seaweed, dimana 
satu karakter menggambarkan Tuhan sebagai seorang “artis yang gagal”.



Walaupun buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 1983, sebuah harian Islam memulai
 serangan proaktif bulan lalu, menuduh novel tersebut atas penghinaan terhadap Tuhan dan menggambarkan buku tersebut sebagai sebuah penghinaan kepada Muslim lebih buruk 
dari pada kekalahan Arab oleh Israel pada 1967, sebuah hal yang memalukan bahwa
 hanya dapat dihapus “oleh darah”.



Harian tersebut juga memberikan nama-nama dan alamat-alamat dari pejabat-pejabat 
Kementrian Budaya Mesir, yang mencetak ulang buku tersebut, dari apa yang banyak dilihat 
sebagai penghasutan untuk pembunuhan. Pada 8 Mei, siswa-siswa religius melakukan 
kerusuhan terhadap atas buku tersebut dalam protes terburuk selama bertahun-tahun.

Coca Cola juga merupakan salah satu produk milik Yahudi yang beberapa waktu lalu juga 
mendapat pemboikotan global seputar serangan Israel di Jalur Gaza yang menewaskan ribuan 
orang.


Semoga artikel Logo Coca-Cola Ternyata Anti Islam ! bermanfaat bagi Anda.Amin...

Jika artikel ini bermanfaat,bagikan kepada rekan melalui:

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Stop Spam,kesopanan juga berlaku di internet bro... berlaku juga di kotak komentar ini.Dukungan dan kritikan untuk kemajuan sangat di perlukan.
Thanks visit IXE-11.Inc....

Bramastana D

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified